Catatan Kecil: Lolos dari Pak Polisi
Posted in Catatan Kecil, Kisah, Renungan on 08/15/2008 05:14 pm by Ming
Aku terkejut setengah mati. Mobilku sudah meluncur paling depan melewati traffic light Kuningan. Pagi belum lagi melewati jam sembilan tiga puluh. Artinya, karena melamun, jadi ‘penjahat’-lah aku karena melanggar kawasan 3-in-1, kawasan terlarang buat pengendara tunggal macam aku sebelum jam sepuluh pagi. Sudah kadung basah . . . ya mandi sekalian, kata pepatah. Jadi, meluncur lebih jauhlah aku merambah Jalan Gatot Subroto yang 3-in-1.
Untunglah, atau anehnya, tidak ada satu polisi pun menghentikan Kijangku. Padahal para polisi di kawasan itu paling ‘rajin’ dan ‘galak’.
Akhir cerita, aku sampai di kantor. Lega, tidak kena tilang, cuma jantung sedikit over-training. Thank God, ada gumam syukur dalam hati . . . .
Kemudian sekali ada yang mengusik di nurani. Kalau ‘penjahat’ bisa lolos dari ’pelanggarannya’, bisakah, atau bolehkah, dia bersyukur? Tidakkah dia, mungkin secara lancang, memihakkan Tuhan yang Mahabenar ke jalur yang salah? Atau . . .???
08/19/2008 at 1:29 pm
waduuhhhh…
luckily nothing worse happens!
btw, I think penjahat DO think about what they did wrong. only they have trouble stopping themselves from doing it..
08/22/2008 at 10:56 am
Legally you broke the law.. but ‘penjahat’ is another matter… I kind of agree w/ Pecicilan.
09/10/2008 at 1:24 pm
Ketidakjujuran akan lebih menyakitkan bila datang dari seseorang yang kita percaya. Kita tidak pernah berpikir tentang adanya kekeliruan, sampai kebenaran yang sesungguhnya memporakporandakan sebuah hubungan.