Posted in Catatan Kecil on 05/31/2009 03:44 am by Ming

Pose Bareng itu
Peringatan catur dasa warsa SMK Strada memberiku kesempatan untuk berjumpa kembali dengan Pastor Opzeeland, mantan Kepala Sekolah SMK itu, yang juga bekas sekolahku di akhir tahun 70-an.
Bersama beberapa teman sekelas, aku berhasil mendekati dan menjabat tangan beliau. Mempertimbangkan begitu banyaknya orang lain yang juga ingin bertemu beliau, aku membatasi diri hanya memperkenalkan diri: menyebutkan nama dan angkatan serta jurusan. Menatap wajah beliau, aku menangkap bahwa beliau ingin tahu lebih banyak.
Menangkap gelagat, seorang sahabatku menimpali situasi dengan berkata, “Dia ini selalu jadi juara umum, Romo. Dari kelas satu sampai lulus . . . .” Agaknya penjelasan itu pun tidak Read the rest of this entry »
Posted in Catatan Kecil, Katolik on 04/10/2009 11:43 am by Ming

Plakat di Atas Salib
Iesus Nazareus - Rex Iudaeorum.
Sepotong catatan yang diplakatkan di atas kepala Yesus ketika Dia disalibkan, dulu. Dan sekarang catatan itu cuma ditorehkan sebagai INRI di salib-salib kristiani.
Santo Yohanes, sang biografer Yesus, sempat menambahkan kisah kecil tentang catatan itu: “INRI” itu sempat jadi bahan ‘debat politik’ sengit antara Ponsius Pilatus (penguasa Roma di bumi Israel waktu itu) dengan para pemuka agama Yahudi (‘sang pemimpin’ rakyat di Israel). Read the rest of this entry »
Posted in Catatan Kecil, Kisah on 11/29/2008 07:35 am by Ming
Aku memasuki ruang duka itu sendirian, kikuk dan ragu.
Ruang itu begitu kosong. Di meja tamu tidak ada orang. Hanya ada buku tamu, kotak sumbangan dan tumpukan kartu ucapan terima kasih tertata di situ, sepi. Beberapa orang duduk berkumpul di ujung jauh ruang, dekat peti jenazah. Keluarga dan sanak kadangnya, dugaku menerka setelah menatap sekilas. Tidak seorang pun yang kukenal.
Tanpa menunggu disambut, aku menuliskan nama di buku tamu dan memasukkan amplop ke dalam kotak sumbangan. Kemudian aku melangkah menuju peti jenazah, tambah kikuk dan bingung. Di dekat peti aku berhenti dan mengangguk ragu kepada orang yang kuduga putra almarhum. Segera aku mengambil sikap doa sambil menatap wajah yang menatap balik dari dalam bingkai foto di ’altar’ kecil. Doa khusuk mengalir diiringi kenangan yang lincah mengilas di depan wajah khas sobatku itu. Read the rest of this entry »
Posted in Catatan Kecil on 11/11/2008 05:40 pm by Ming
Aku datang di kawasan Kebun Binatang Ragunan jam delapan lewat sepuluh menit. Baru sepuluh menit pendaftaran dibuka.
Aku segera mengisi formulir. Seorang petugas menerima formulirku berlampirkan salinan KTP dan SIM. Petugas itu melayani penuh celoteh riang, bahkan menawariku rokok (Ji Sam Su pula J). Aku dapat giliran nomor sepuluh. ’Kantor’ baru akan dibuka jam sembilan, kata si petugas ketika aku bertanya.
Tepat jam sembilan pendaftar nomor satu dan dua dipanggil. Mereka memasuki mobile unit. Read the rest of this entry »
Posted in Catatan Kecil, iklan on 10/08/2008 01:20 pm by Ming

Axe Girl
Wajahnya jadi akrab karena hampir tiap pagi aku menemukannya mejeng di perempatan Gereja Santa, Kebayoran Baru. Dengan wajah imut-nya, dengan senyum dan kerling nakalnya dan dengan deretan kartu terbolak-balik di tangannya yang lentik. Ah . . . si Axe Girl!
Dan, suatu pagi, rasa isengku terpancing. Urutan angka di deret kartunya yang terbalik aku masukkan ke dalam telepon genggam dan kukirimi dia sms kosong. Eh . . . dengan segera sms itu berbalas, Read the rest of this entry »
Posted in Catatan Kecil, Kisah, Renungan on 08/15/2008 05:14 pm by Ming
Aku terkejut setengah mati. Mobilku sudah meluncur paling depan melewati traffic light Kuningan. Pagi belum lagi melewati jam sembilan tiga puluh. Artinya, karena melamun, jadi ‘penjahat’-lah aku karena melanggar kawasan 3-in-1, kawasan terlarang buat pengendara tunggal macam aku sebelum jam sepuluh pagi. Sudah kadung basah . . . ya mandi sekalian, kata pepatah. Jadi, meluncur lebih jauhlah aku merambah Jalan Gatot Subroto yang 3-in-1. Read the rest of this entry »
Posted in Catatan Kecil, Film, Opini, Renungan on 07/22/2008 05:18 pm by Ming

Po, sang Ksatria Naga
Ada yang nyantel seusai menyaksikan perjalanan fun-tastic Kokoh Po menjadi Ksatria Naga dalam Kung Fu Panda. Ada yang menggelitik ketika mengamati 3 generasi Master Kung Fu di filem itu.
Ada Master Oogway, pengusung ilmu Kung Fu yang hening bening, yang akhirnya ‘dimatikan’. Ada Master Shifu yang Read the rest of this entry »