Posts Tagged ‘ampun’

Sapa Mohon Maaf dan Ampun

Sapa Ampunan

Sapa Ampunan

Sangat mudah menjadi ’mati rasa bersalah’ ketika hampir setiap sudut jalan yang kususuri memajang spanduk dengan sederet ucapan maaf seraya menampilkan satu atau dua wajah gasah di sisinya. Sangat gampang mengabaikan pesan ketika hampir tiap saat layar kaca membombardir ”mohon maaf lahir dan batin” detik-detik ini. Jadi soal kecil juga mencibiri kata ”maaf” karena, seperti ucapan seorang sahabat, keseharianku penuh dengannya untuk hal-hal yang tidak terkait dengan ’minta ampun atas kesalahan’ (macam ”maaf, mau numpang lewat” atau ”maaf, boleh tahu jam berapa sekarang?” :) ) . . . . Read the rest of this entry »